Jumat, 20 Juli 2012

Rancangan dan Kriteria Penilaian


A.      Pengertian
                 Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.  Berdasarkan pada PP. Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:
a.       Penilaian hasil belajar oleh pendidik;
b.       Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan;
c.        Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.
                Setiap satuan pendidikan selain melakukan perencanaan dan proses pembelajaran, juga melakukan penilaian hasil pembelajaran sebagai upaya terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
                  Berdasarkan pada PP. Nomor 19 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 64 ayat (1) dijelaskan bahwa penilaian hasil belajar  oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.  Selanjutnya, ayat (2) menjelaskan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik digunakan untuk (a) menilai pencapaian kompetensi peserta didik; (b) bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar; dan (c) memperbaiki proses pembelajaran.
                  Dalam rangka penilaian hasil belajar (rapor) pada semester satu penilaian dapat dilakukan melalui ulangan harian, ulangan tengah semester,  ulangan akhir semester, dan  dilengkapi dengan tugas-tugas lain seperti pekerjaan rumah (PR), proyek, pengamatan dan produk. Hasil pengolahan dan analisis nilai tersebut digunakan untuk mengisi nilai rapor semester satu.
                 Pada semester dua  penilaian dilakukan melalui ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan kenaikan kelas dan dilengkapi dengan tugas-tugas lain seperti PR, proyek, pengamatan dan  produk. Hasil pengolahan dan analisis nilai tersebut digunakan untuk mengisi nilai  rapor pada semester dua.

B.      Tujuan dan Fungsi Penilaian Hasil Belajar
1.  Tujuan Penilaian Hasil Belajar
a.    Tujuan Umum :
1)       menilai pencapaian kompetensi peserta didik;
2)       memperbaiki proses pembelajaran;
3)       sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan belajar siswa.
b.       Tujuan Khusus :
1)       mengetahui kemajuan dan hasil belajar siswa;
2)       mendiagnosis kesulitan belajar;
3)       memberikan umpan balik/perbaikan proses belajar mengajar;
4)       penentuan kenaikan kelas;
5)       memotivasi belajar siswa dengan cara mengenal dan memahami diri dan merangsang untuk melakukan usaha perbaikan.
2.  Fungsi Penilaian Hasil Belajar
     Fungsi penilaian hasil belajar sebagai berikut.
a.  Bahan pertimbangan dalam menentukan kenaikan kelas.
b.  Umpan balik dalam perbaikan proses belajar mengajar.
c.  Meningkatkan motivasi belajar siswa.
d.  Evaluasi diri terhadap kinerja siswa.

C.            Prinsip-prinsip Penilaian Hasil Belajar
Dalam melaksanakan penilaian hasil belajar, pendidik perlu memperhatikan prinsip-prinsip penilaian sebagai berikut:
1.       Valid/sahih
Penilaian hasil belajar oleh pendidik harus mengukur pencapaian kompetensi yang ditetapkan dalam standar isi (standar kompetensi dan  kompetensi dasar) dan standar kompetensi lulusan. Penilaian valid berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi.
2.       Objektif
Penilaian hasil belajar peserta didik hendaknya tidak dipengaruhi oleh subyektivitas penilai, perbedaan latar belakang agama, sosial-ekonomi, budaya, bahasa, gender, dan hubungan emosional.
3.       Transparan/terbuka
Penilaian hasil belajar oleh pendidik bersifat terbuka artinya prosedur penilaian, kriteria penilaian  dan dasar  pengambilan keputusan terhadap hasil belajar peserta didik dapat diketahui oleh semua pihak yang berkepentingan.
4.       Adil
Penilaian hasil belajar tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik  karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
5.       Terpadu
Penilaian hasil belajar oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
6.       Menyeluruh dan berkesinambungan
Penilaian hasil belajar oleh pendidik mencakup semua aspek   kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.
7.       Sistematis
Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.    
8.       Akuntabel
Penilaian hasil belajar oleh pendidik dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.
9.       Beracuan kriteria
Penilaian hasil belajar oleh pendidik didasarkan pada ukuran pencapaian   kompetensi yang ditetapkan.
D. Jenis Penilaian Hasil belajar
Penilaian hasil belajar dapat diklasifikasi berdasarkan cakupan kompetensi yang diukur dan sasaran pelaksanaannya.
  1. Jenis Penilaian Berdasarkan Cakupan Kompetensi yang Diukur
Sebagaimana dijelaskan dalam  PP. Nomor 19 tahun 2005 bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik terdiri atas ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.   
a.       Ulangan Harian
Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik secara periodik untuk menilai/mengukur pencapaian kompetensi setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih. Ulangan Harian merujuk pada indikator dari setiap KD. Bentuk Ulangan harian selain tertulis dapat juga secara lisan, praktik/perbuatan, tugas dan produk. Frekuensi dan bentuk ulangan harian dalam satu semester ditentukan oleh pendidik sesuai dengan keluasan dan kedalaman materi.
Sebagai tindak lanjut ulangan harian, yang diperoleh dari hasil tes tertulis, pengamatan, atau tugas diolah dan dianalisis oleh pendidik. Hal ini dimaksudkan agar ketuntasan belajar siswa pada setiap kompetensi dasar lebih dini diketahui oleh pendidik. Dengan demikian ulangan ini dapat diikuti dengan program tindak lanjut baik remedial atau pengayaan, sehingga perkembangan belajar siswa dapat segera diketahui sebelum akhir semester. 
Dalam rangka memperoleh nilai tiap mata pelajaran selain dengan ulangan harian dapat dilengkapi dengan tugas-tugas lain seperti PR, proyek, pengamatan dan  produk.  Tugas-tugas tersebut dapat didokumentasikan dalam bentuk portofolio. Ulangan harian ini juga berfungsi sebagai diagnosis terhadap kesulitan belajar siswa.
b.       Ulangan Tengah Semester
Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. Bentuk Ulangan Tengah Semester selain tertulis dapat juga secara lisan, praktik/perbuatan, tugas dan produk.
Sebagai tindak lanjut ulangan tengah semester, nilai ulangan tersebut diolah dan dianalisis oleh pendidik. Hal ini dimaksudkan agar ketuntasan belajar siswa dapat diketahui sedini mungkin. Dengan demikian ulangan ini dapat diikuti dengan program tindak lanjut baik remedial atau pengayaan, sehingga kemajuan belajar siswa dapat diketahui sebelum akhir semester.
c.        Ulangan Akhir Semester
Ulangan akhir semester  adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester satu. Cakupan ulangan  akhir semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester satu. Ulangan akhir semester dapat berbentuk tes tertulis,  lisan, praktik/perbuatan pengamatan,  tugas, produk.
Sebagai tindak lanjut ulangan akhir semester adalah mengolah dan menganalisis nilai ulangan akahir semester. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa. Dengan demikian ulangan ini dapat diikuti dengan program tindak lanjut baik remedial atau pengayaan, sehingga kemajuan belajar siswa dapat diketahui sebelum akhir tahun pelajaran.
d.       Ulangan Kenaikan Kelas
Ulangan kenaikan kelas  adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap. Cakupan ulangan kenaikan kelas meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut. Ulangan kenaikan kelas dapat berbentuk tes tertulis,  lisan, praktik/perbuatan, pengamatan, tugas dan produk.
Sebagai tindak lanjut ulangan kenaikan kelas adalah mengolah dan menganalisis nilai ulangan kenaikan kelas. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa. Dengan demikian ulangan ini dapat diikuti dengan program tindak lanjut baik remedial atau pengayaan, sehingga kemajuan belajar siswa untuk hal-hal yang bersifat esensial dapat diketahui sedini mungkin sebelum menamatkan sekolah.

  1. Jenis Penilaian Berdasarkan Sasaran
Berdasarkan sasarannya, penilaian hasil belajar dapat diklasifikasi atas penilaian individual dan penilaian kelompok.
a.       Penilaian individual
Penilaian individual adalah penilaian yang dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi atau hasil belajar secara perorangan. Penilaian individual perlu memperhatikan nilai universal seperti: disiplin, jujur, tekun, cermat, teliti, tanggungjawab, rendah hati, sportif, etos kerja, toleran, sederhana, bebas, antusias, kreatif, inisiatif, tanggap dan peduli dan lain-lain.
b.       Penilaian kelompok
Penilaian kelompok adalah penilaian yang dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi atau hasil belajar secara kelompok. Penilaian kelompok perlu memperhatikan nilai universal seperti: kerjasama, menghargai pendapat orang lain, kedamaian, cinta dan kasih sayang, toleran, dan lain-lain.

E. Teknik Penilaian
Penilaian hasil belajar dapat menggunakan berbagai teknik penilaian sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. Ditinjau dari tekniknya, penilaian dibagi menjadi dua yaitu tes dan non tes.
1.       Teknik Tes
    Teknik tes merupakan teknik yang digunakan melaksanakan tes berupa pertanyaan yang harus dijawab, pertanyaan yang harus ditanggapi atau tugas yang harus dilaksanakan oleh orang yang di tes. Dalam hal tes hasil belajar yang hendak diukur adalah kemampuan peserta didik dalam menguasai pelajaran yang disampaikan meliputi aspek pengetahuan dan keterampilan.
        Berdasarkan alat pelaksanaannya secara garis besar alat penilaian dengan teknik tes dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a.       Tes Tertulis
Tes tertulis adalah suatu teknik penilaian yang menuntut jawaban secara tertulis, baik berupa pilihan maupun isian.   Tes tertulis dapat digunakan pada ulangan harian atau ulangan tengah dan akhir semester atau ulangan kenaikan kelas. Tes tertulis dapat berbentuk pilihan ganda, menjodohkan, benar-salah, isian singkat, atau uraian (essay).
Contoh-contoh tes tertulis sebagai berikut.
1)       Pilihan ganda  (Ilmu Pengetahuan Alam kelas IV)
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair à padat à cair ; cair à gas à cair; padat à gas.
Indikator                : mendeskripsikan proses perubahan wujud dari padat  ke cair atau sebaliknya.
Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d di depan jawaban yang benar!
 Air didinginkan sampai di bawah 0˚ Celcius akan ….
a.              mengembun
b.              mendidih
c.              membeku
d.              menguap
2)       Pilihan ganda  (Pendidikan Kewarganegaraan kelas IV/2)
Kompetensi Dasar : Mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintahan tingkat   
                                 Pusat seperti MPR, DPR, Presiden, MA, MK dan BPK
Indikator                 : Menjelaskan tugas BPK.
Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d di depan jawaban yang benar!
Pemeriksa Keuangan Negara dilakukan oleh lembaga ….
a.        Dewan Perwakilan Rakyat
b.        Badan Pemeriksa Keuangan
c.        Mahkamah Agung
d.        Mahkamah Konstitusi
3)       Menjodohkan (Ilmu  Pengetahuan Alam)
Kompetensi Dasar:  Menjelaskan cara makhluk hidup menyesuaikan diri  dengan lingkungan atau 
                                 melindungi diri dari musuhnya.
Pasangkan pernyataan pada lajur kiri dengan huruf di depan jawaban pada kotak sebelah kanan, sehingga menjadi pasangan yang sesuai dan benar!

No
Pernyataan
Jawaban
Pilihan Jawaban
1.
Cara beladiri kerbau

a.      mengeluarkan bau 
b.      menanduk
c.       merubah warna kulit
d.      memutuskan  ekor
2.
Cara beladiri cicak

3.
Cara  beladiri bunglon



4)       Bentuk Isian (contoh Pendidikan Kewarganegaraan kelas  V/1  )
Kompetensi Dasar : Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Indikator       :  Menjelaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan Negara maritim.

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang  benar!
Contoh Negara Indonesia mempunyai wilayah lautan yang lebih luas sehingga disebut negara  ....

5)    Bentuk Uraian (contoh Pendidikan Kewarganegaraan kelas VI/1)
Kompetensi  Dasar               :   Menjelaskan proses Pemilu dan Pilkada
Indikator                              : Menuliskan syarat-syarat sebagai pemilih dalam Pemilu
Kerjakanlah soal-soal di bawah ini sesuai perintah
 Tuliskan empat syarat sebagai pemilih dalam Pemilu!



b.  Tes Lisan
Tes lisan adalah teknik penilaian  hasil belajar  yang pertanyaan dan jawabannya atau pernyataannya atau tanggapannya disampaikan dalam bentuk lisan dan spontan. Tes jenis ini memerlukan daftar pertanyaan dan pedoman pensekoran.

c.  Tes Praktik/Perbuatan

Tes praktik/perbuatan adalah teknik  penilaian hasil belajar yang menuntut peserta didik mendemontrasikan kemahirannya atau menampilkan hasil belajarnya dalam bentuk unjuk kerja. Tes praktik/perbuatan dapat berupa tes identifikasi, tes simulasi dan tes petik kerja. Tes identifikasi dilakukan untuk mengukur kemahiran mengidentifikasi sesuatu hal berdasarkan fenomena yang ditangkap melalui alat indera. Tes simulasi digunakan .untuk mengukur kemahiran bersimulasi memperagakan suatu tindakan. Tes petik kerja digunakan untuk mengukur kemahiran mendemonstrasikan pekerjaan yang sesungguhnya.
Contoh tes praktik/perbuatan dapat berupa kegiatan tes untuk mengukur kemahiran berpidato, menari, menyanyi, melukis, menggambar, berolahraga, bercerita, membaca puisi, menulis dan lain-lain. Tes kinerja diukur dengan menggunakan bentuk instrumen lembar observasi.
 Contoh format tes praktik/perbuatan sebagai berikut :
 Lembar tes praktik/perbuatan
                   Indikator: Kemampuan membaca puisi
                   Tanggal                :..........................................

No.
Nama
Aspek yang dinilai
Jumlah skor
Rata-rata skor
Penghayatan
Pelafalan dan pengintonasian
Penam-pilan
1
2
3
4
5
6
7








Rentang nilai
0 – 40
0 – 40
0 - 20



              Keterangan :
Kolom 1, Nomor                                               =  Nomor urut siswa
Kolom 2, Nama                                                =  Nama siswa
Kolom 3, Penghayatan                                    =  Penghayatan isi puisi yang dibaca ( mimik, gerak tangan, gerak tubuh )
Kolom 4, pelafalan dan   pengintonasian        =  Penggunaan lafal dan intonasi
Kolom 5, Penampilan                                      =  Kostum, sopn santun, penggunaan peraga.
Kolom 6, Jumlah Skor                                      =  Merupakan jumlah dari kolom 3, 4,  dan 5                                           
Kolom 7, Rata-rata Skor                                  =  Merupakan hasil rata-rata dari jumlah skor  dibagi aspek yang  dinilai.

  1. Teknik Nontes
        Teknik nontes merupakan teknik penilaian untuk memperoleh gambaran terutama mengenai karakteristik, sikap, atau kepribadian. Selama ini teknik nontes kurang digunakan  dibandingkan teknis tes. Dalam proses pembelajaran pada umumnya kegiatan  penilaian mengutamakan teknik tes. Hal ini dikarenakan lebih berperannya aspek pengetahuan dan keterampilan dalam pengambilan keputusan yang dilakukan guru pada saat menentukan siswa.  Seiring dengan berlakunya kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar maka teknik penilaian harus disesuaikan dengan:
-   kompetensi yang diukur;
-   aspek yang akan diukur, pengetahuan, keterampilan atau sikap;
-    kemampuan siswa yang akan diukur;
-    sarana dan prasarana yang ada.

        Teknik penilaian nontes dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a.  Pengamatan/observasi
Pengamatan/observasi adalah teknik penilaian yang dilakukan oleh pendidik dengan menggunakan indera secara langsung. Observasi dilakukan dengan cara menggunakan instrumen yang sudah dirancang sebelumnya.

Contoh aspek yang diamati pada pelajaran Matematika:
·          ketelitian;
·          kecepatan kerja;
·          kerjasama;
·          kejujuran.
Contoh aspek yang diamati pada pelajaran Bahasa Indonesia
·          kerapian dan kebenaran tulisan;
·          kesantunan berbahasa;
·          kecermatan berbahasa.
Contoh aspek yang diamati pada pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan;
·          kedisiplinan;
·          tanggung jawab;
·          kerjasama;
·          inisiatif;
·          toleransi;
·          kebersihan dan kerapihan.
Alat/instrumen untuk penilaian melalui pengamatan dapat menggunakan skala sikap dan atau angket (kuesioner).

Skala sikap
Skala sikap adalah alat penilaian hasil belajar yang berupa sejumlah pernyataan sikap tentang sesuatu yang jawabannya dinyatakan secara berskala, misalnya skala tiga, empat atau  lima.

Pengembangan skala sikap dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut.
1)      Menentukan objek sikap yang akan dikembangkan skalanya misalnya sikap terhadap kebersihan.
2)      Memilih dan membuat daftar dari konsep dan kata sifat yang relevan dengan objek penilaian sikap. Misalnya : menarik, menyenangkan, mudah dipelajari dan sebagainya.
3)      Memilih kata sifat yang tepat dan akan digunakan dalam skala.
4)      Menentukan skala dan penskoran.
                          Contoh  :
                          Penilaian skala sikap terhadap kebersihan.

No
Pernyataan
Skala
1
2
3
4
5
1.
Rumah sebaiknya dirawat kebersihannya setiap hari





2.
Kebersihan rumah menjadi tanggung jawab semua anggota keluarga





3.
Ruang kelas perlu dijaga kebersihannya setiap hari





4.
Kebersihan ruang kelas menjadi tanggung jawab setiap anggota kelas





5.
Setiap siswa sebaiknya melaksanakan tugas piket dengan penuh rasa tanggung jawab





6.
Anak yang lalai melaksanakan tugas piket harus menggantinya pada waktu lain





7.
Ketua kelas tidak perlu melaksanakan tugas piket karena sudah bertugas mengatur kegiatan kelas






Keterangan :
1.        sangat tidak setuju
2.        tidak setuju
3.        kurang setuju
4.        setuju
5.        sangat setuju

Angket (kuesioner)
Angket adalah alat penilaian hasil belajar yang berupa daftar pertanyaan tertulis untuk menjaring informasi tentang sesuatu, misalnya tentang latar belakang keluarga siswa, kesehatan siswa, tanggapan siswa terhadap metode pembelajaran, media, dan lain-lain.
       Contoh angket
Nama                               : ………………………..
Kelas                                : ………………………..
Petunjuk Pengisian angket!
Pilihlah salah satu jawaban yang sesusai dengan Anda dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c atau d.
1.        Air minum di keluargamu berasal dari  ....
a.        sumur
b.        kemasan
c.        hujan
d.        sungai
2.        Air mandi di keluargamu berasal dari  ....
a.        sumur
b.        kemasan
c.        hujan
d.        sungai
 3. Buku dan alat tulismu disiapkan oleh ....
a.        orang tua
b.        pembantu
c.        kakak
d.        saya sendiri

Contoh  Angket Pendidikan Kewarganegaraan (Kelas VI/1)
Kompetensi  Dasar          :       Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang berperan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam kehidupan sehari-hari
Indikator                           :       Mencontoh nilai persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari
Nama siswa                      :       .................................
Jenis kelamin                   :       ..................................
Kelas                                  :       ..................................

Petunjuk Pengisian angket!
Lingkari pada pernyataan (Ya/tidak) yang sesuai dengan pilihan Anda .
1.        Mencontoh nilai persatuan
·          Dalam berteman memilih-milih berdasarkan suku, ras, agama.                                        Ya /Tidak
·          Menghargai pendapat orang lain                                                                                    Ya/Tidak
·          Membuat kelompok belajar                                                                                              Ya/Tidak
·          Suka bertengkar dengan teman                                                                                        Ya/Tidak
·          Mengejek teman yang kurang beruntung                                                                         Ya/Tidak

2.        Mencontoh nilai kesatuan
·          Ikut lomba tarian daerah tingkat propinsi.                                                                       Ya /Tidak
·          Mengikuti jambore Tingkat Nasional                                                                                Ya/Tidak
·          Tidak peduli terhadap bencana alam yang menimpa
teman di propinsi lain                                                                                                      Ya/Tidak
·          Merusak cagar budaya alam                                                                                            Ya/Tidak
·          Melaksanakan upacara bendera dengan tertib                                                                Ya/Tidak

  1. Penugasan
Penilaian dengan penugasan adalah suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu di luar kegiatan pembelajaran di kelas. Penilaian dengan penugasan dapat diberikan dalam bentuk individual atau kelompok.  Penilaian dengan penugasan dapat  berupa tugas atau proyek.
Tugas
Tugas adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa secara terstruktur di luar kegiatan kelas, misalnya tugas membuat ringkasan cerita, menulis puisi, menulis cerita, mengamati suatu obyek, dan lain-lain. Hasil pelaksanaan tugas ini bisa berupa hasil karya, seperti: karya puisi, cerita; bisa pula berupa laporan, seperti: laporan pengamatan.

Pelaksanaan pemberian tugas perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1)       Banyaknya tugas setiap mata pelajaran diusahakan agar tidak memberatkan siswa karena memerlukan waktu untuk istirahat, bermain, belajar mata pelajaran lain, bersosialisasi dengan teman, dan lingkungan sosial lainnya.
2)       Jenis dan materi pemberigan tugas harus didasarkan kepada tujuan pembemberian tugas yaitu untuk melatih siswa menerapkan atau menggunakan hasil pembelajarannya dan memperkaya wawasan pengetahuannya. Materi tugas dipilih yang esensial sehingga siswa dapat mengembangkan keterampilan hidup yang sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, perkembangan, dan lingkungannya.
3)       Diupayakan pemberian tuga dapat mengembangkan kreatifitas dan rasa tanggung jawab serta kemandirian.

        Proyek
Proyek adalah suatu  tugas yang melibatkan kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan  secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
Contoh proyek antara lain: melakukan pengamatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, percobaan foto sintesis tumbuhan dan perkembangan tanaman, mengukur tinggi pohon dan lebar sungai  menggunakan klinometer.
                 Contoh keterampilan yang dinilai dalam pelaksanaan suatu proyek
1. Tahap Persiapan    : kemampuan membuat perencanaan,
                                     merancang kegiatan, dan mengembangkan suatu ide.
2. Tahap Produksi      : kemampuan memilih dan menggunakan bahan,
                                     peralatan, dan langkah-langkah kerja.
3. Tahap Pelaporan    : kemampuan melaporkan hasil pelaksanaan proyek,
                                        kendala yang dihadapi, kelengkapan dan keruntutan laporan.

No.
Nama
Persiapan
0 – 20
Pelaksanaan
0 – 40
Pelaporan
0 – 40
Nilai Akhir

1.

Mirna Sari Dewi

18

35

37

80



  1. Produk
Penilaian produk adalah suatu  penilaian terhadap keterampilan menghasilkan suatu produk dalam waktu tertentu sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan baik dari segi proses maupun hasil akhir. 

  Tahap-tahap penilaian produk
1)       Tahap Persiapan, meliputi: penilaian terhadap kemampuan peserta didik dalam hal  merencanakan,  menggali dan mengembangkan gagasan serta mendesain produk
2)       Tahap Pembuatan, meliputi: penilaian terhadap kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik
3)       Tahap Hasil, meliputi penilaian terhadap  kemampuan peserta didik membuat produk sesuai kegunaan dan kriteria yang telah ditentukan

           Produk Pendidikan Kewarganegaraan (Kelas V/1)
Kompetensi  Dasar              :       Memberikan contoh peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah, seperti pajak, anti korupsi, lalu lintas, larangan merokok.
Indikator                              :       Membuat rambu lalu lintas                          -
Tugas                                   :       Siswa dibentuk dalam kelompok, setiap kelompok lima orang. Kelompok bertugas untuk membuat sebuah produk salah satu rambu lalu lintas
(1)     Tahap Persiapan
a.        Kelompok menyediakan alat-alat untuk membuat rambu lalu lintas misal kertas, triplek, kayu, lem, cat, pewarna, penggaris, dan sebagainya.
b.        Kelompok membagi tugas sesuai rencana memproduk rambu lalu lintas (semua anggota kelompok mempunyai beban tugas masing-masing)
(2)     Tahap pembuatan
a.        Masing-masing anggota kelompok mengerjakan tugasnya
b.        Menggabungkan hasil kerja individu untuk menjadi sebuah produk rambu lalu lintas
c.        Merapikan, memperindah hasil produk rambu lalu lintas.
(3)     Tahap pemajangan
a.        Mempresentasikan proses produk rambu lalu lintas
b.        Menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang proses produksi
c.        Memajang produk di kelas

No.
Nama
Persiapan
0 – 20
Produksi
0 - 50
Pemajangan
0 – 30
Nilai Akhir
1.
2.
Kelompok I
Kelompok II
15
20
45
50
30
30
90
100

  1. Portofolio
1)  Pengertian
Portofolio merupakan kumpulan karya siswa yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang diambil selama proses pembelajaran. Portofolio digunakan oleh pendidik dan siswa untuk memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa dalam mata pelajaran tertentu. Portofolio menggambarkan perkembangan prestasi, kelebihan dan kekurangan kinerja siswa, seperti kreasi kerja dan  karya siswa lainnya.
2)   Bagian-bagian Portofolio
Bentuk fisik dari portofolio adalah folder, bendel, atau map yang berisikan dokumen. Agar portofolio siswa mudah dianalisis untuk kepentingan penilaian, maka idealnya perlu diorganisir dalam beberapa bagian sebagai berikut.
a)    Halaman Judul
        Pada halaman depan map portofolio adalah judul atau cover portofolio berisi nama siswa, kelas, dan sekolah.

b)    Daftar isi dokumen
        Pada halaman dalam dari judul berisi daftar isi dokumen yang berada dalam map portofolio.
c)     Dokumen Portofolio
        Bendel dokumen portofolio berisi kumpulan semua dokumen siswa baik hasil karya siswa, lembar kerja (worksheet), koleksi bacaan, koleksi lukisan, maupun lembaran-lembaran informasi yang dipakai dalam kegiatan belajar mengajar.
d)    Pengelompokan  Dokumen
        Dokumen-dokumen dalam portofolio perlu dikelompokkan, misalnya berdasarkan mata pelajaran, sehingga mudah untuk mendapatkannya bila diperlukan. Agar kelompok dokumen mudah diorganisir, maka perlu diberi pembatas, misalnya dengan kertas berwarna. Batasan tersebut sangat berguna untuk memisahkan antara dokumen satu kelompok dengan kelompok yang lain. Tidak semua berkas karya siswa didokumentasikan tetapi hanya karya siswa yang terpilih saja. Penentuan karya siswa yang terpilih merupakan kesepakatan antara pendidik dan siswa.   

Sumber: Buku Pedoman Penilaian BSNP

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar